posting ini dipersembahkan untuk usaha-usaha kecil menengah
Tahun 1982, ketiadaan panas matahari membuat produksi intip milik Ibu Parti (53) tak berjalan semestinya. Intip yang biasanya dijemur sehari dua hari, kini membutuhkan waktu yang lebih lama, hingga pesanan pasarpun tak bisa dipenuhi secara optimal. Hal itu memaksa Bu Parti memutar otak, terciptalah intip, yang dibuat secara sengaja. Sejatinya intip adalah sisa-sisa nasi kering yang terdapat di dasar periuk ketika proses menanak nasi dengan jumlah besar, untuk menjaga nasi bisa matang secara keseluruhan, biasanya nasi yang terletak dibawah periuk akan sedikit gosong dan kering, itulah intip. Namun keadaan yang memaksa
Ibu Parti untuk berkreasi membuat intip yang disengaja. Nasi sengaja ditanak lebih lama dengan ukuran tertentu dengan hasil intip seperti intip yang terbentuk alami saat menanak nasi dengan jumlah banyak. Diawali dengan hanya 5 kendil sebagai percobaan, intip Bu Parti berkembang pesat hingga bisa memenuhi pesanan pasar hingga sekarang. Intip Kendil Pertama di Solo Intip Bu Parti adalah intip dengan merk dagang kendil yang pertama kali hadir di kota Solo. Mengusung kendil–atau periuk dalam bahasa Indonesia, adalah tempat menanak nasi pada jaman dahulu, tempat intip tercipta-sebagai logo, intip ini sudah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Tengah. Kini, sudah banyak intip dengan merk yang sama yang beredar di pasaran, namun intip kendil Bu Parti adalah yang pertama hadir. “ Intip dengan merk kendil yang pertama itu punya saya mas, tapi kalo sekarang ada merk-merk lain dengan pakai kendil dengan ditambahi apa menjadi kendil apa, atau kendil yang lain ya sudah, rejeki sudah ada yang ngatur mas.” kenang Bu Parti kala ditemui di rumahnya di Kapohan Rt1/06, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Rabu (8/1/2014) kemarin. Menggunakan beras khusus dari Cilacap, setelah dibersihkan, beras kemudian ditanak menggunakan periuk selama kurang lebih 20 menit hingga beras menjadi nasi yang matang, namun kering, dengan ciri-ciri agak gosong di bagian bawahnya. Setelah itu nasi yang kering itu, atau yang biasa disebut intip itu dijemur dengan tujuan bisa mengembang saat proses penggorengan nanti. Bu parti mengembangkan dua jenis intip yang dijualnya, intip gurih yang setelah proses penjemuran intip dicelupdengan bumbu-bumbu khusus, kemudian dijemur lagi baru digoreng, atau intip manis yang setelah penjemuran langsung digoreng dan diberi cairan gula sebagai topping. Ijin Dari Dinas Kesehatan
Ibu Parti untuk berkreasi membuat intip yang disengaja. Nasi sengaja ditanak lebih lama dengan ukuran tertentu dengan hasil intip seperti intip yang terbentuk alami saat menanak nasi dengan jumlah banyak. Diawali dengan hanya 5 kendil sebagai percobaan, intip Bu Parti berkembang pesat hingga bisa memenuhi pesanan pasar hingga sekarang. Intip Kendil Pertama di Solo Intip Bu Parti adalah intip dengan merk dagang kendil yang pertama kali hadir di kota Solo. Mengusung kendil–atau periuk dalam bahasa Indonesia, adalah tempat menanak nasi pada jaman dahulu, tempat intip tercipta-sebagai logo, intip ini sudah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Tengah. Kini, sudah banyak intip dengan merk yang sama yang beredar di pasaran, namun intip kendil Bu Parti adalah yang pertama hadir. “ Intip dengan merk kendil yang pertama itu punya saya mas, tapi kalo sekarang ada merk-merk lain dengan pakai kendil dengan ditambahi apa menjadi kendil apa, atau kendil yang lain ya sudah, rejeki sudah ada yang ngatur mas.” kenang Bu Parti kala ditemui di rumahnya di Kapohan Rt1/06, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Rabu (8/1/2014) kemarin. Menggunakan beras khusus dari Cilacap, setelah dibersihkan, beras kemudian ditanak menggunakan periuk selama kurang lebih 20 menit hingga beras menjadi nasi yang matang, namun kering, dengan ciri-ciri agak gosong di bagian bawahnya. Setelah itu nasi yang kering itu, atau yang biasa disebut intip itu dijemur dengan tujuan bisa mengembang saat proses penggorengan nanti. Bu parti mengembangkan dua jenis intip yang dijualnya, intip gurih yang setelah proses penjemuran intip dicelupdengan bumbu-bumbu khusus, kemudian dijemur lagi baru digoreng, atau intip manis yang setelah penjemuran langsung digoreng dan diberi cairan gula sebagai topping. Ijin Dari Dinas Kesehatan
Mempekerjakan hanya satu orang pegawai intip Bu Parti saat ini hanya bisa menghasilkan 150 hingga 165 buah intip per hari. “Dahulu sewaktu masih belum ada merk kendil-kendil dengan berbagai macam embel-embel, kita bisa produksi banyak mas, tapi sekarang jujur saja pesanan pasar memang berkurang walauapun kita masih banyak pelanggan yang setia, hingga kita produksi tak sebanyak dahulu, selain sekarang mau cari orang yang mau bikin intip juga susah.” jelas ibu yang mempunyai tiga anak ini. Memiliki ijin dari dinas kesehatan sejak tahun 90an, mengharuskan usaha intip kendil ini diperiksa oleh dinas kesehatan baik dari air, bumbu hingga kebersihan tempat usaha setiap tiga bulan sekali. Sehingga bisa dipastikan intip kendil ini bersih dan sehat. Tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya atau pengawet intip kendil bisa bertahan hingga satu bulan dalam kemasan plastic. Dihargai Rp7.000 hingga Rp10.000 omzet intip kendil bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Intip bu parti sekarang juga masih memproduksi intip “asli” dengan harga yang lebih mahal karena ketersediaan barang yang tidak pasti.
Alamat: Kapohan Rt1/06, Ngringo, Jaten, Karanganyar (0271) 821751
No comments:
Post a Comment