6.09.2015

Mencicip Gurih Manis Ketan Ledre Laweyan, Panganan Khas Raja Surakarta


ditulis oleh: Imam Saputro

Kota Solo sudah “tercipta” sejak jaman Kesultanan Mataram memindahkan kedudukan raja dari Kartasura ke Desa Sala, 17 Februari 1745. Ratusan tahun Solo tumbuh dan berkembang. Rentang sejarah yang panjang membuat Solo kaya akan tradisi, budaya maupun peninggalan-peninggalan masa lalu. Di Laweyan, di gang-gang sempit yang terbentuk dari tembok-tembok tinggi sejak zaman Kesultanan Pajang, menjadi saksi betapa dahulunya kawasan ini merupakan tempat tinggal para juragan batik dengan kekayaan yang harus dilindungi tembok-tembok setinggi empat meter. Di sebelah barat tugu batik, masih di antara gang-gang sempit itu, kerap kali tercium bau gurih ketan dan harum pisang bakar. 

ledre yang sudah matang berbentuk setengah lingkaran dengan
warna kecoklatan ketan dan harum pisang yang kuat.
Adalah penganan khas yang sejak dulu beriringan dengan serabi sebagai salah satu makanan priyayi zaman dahulu, ledre.

6.12.2014

renjana



ada renjana dalam sua yang tak terencana, ataupun

ada renjana dalam jumpa yang disengaja

ada renjana dalam lirik diam diam dalam setiap kesempatan

ada renjana dalam rasa dalam dada saat cinta hadir menyapa

ada renjana dalam kata dalam setiap sapa yang terkata

ada renjana dalam laku untuk membelenggu hasrat yang menggebu

ada renjana dalam salam di setiap jarak yang menggenggam

ada renjana dalam setiap nada yang terdengar di telinga

ada renjana dalam pandang mata dimana mana

ada renjana dalam bisik angin malam yang meresik

ada renjana dalam asa yang menyala

ada renjana dalam doa yang tak mengemuka

ada renjana dimana-mana



ada renjana dalam kamus, renjana: rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb)


3.04.2014

burit #3

hari ketiga dan keempat, yang ku tahu aku mencintaimu, karena kamu yang mengajari aku untuk berani berbicara
sudah itu saja.
back to top
back to bottom