Pulau seribu
terletak di gugusan teluk Jakarta. Kepulauan
Seribu terdiri dari pulau-pulau karang sebanyak 105 buah dengan total luas
wilayah daratan sebesar 8,7 km². Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan
yang terletak di sebelah utara Jakarta, tepat berhadapan dengan teluk Jakarta. Namanya
Kepulauan Seribu bukan berarti pulau-pulau di dalam gugusan kepualaun itu
berjumlah seribu. Jumlah pulau itu hanya sekitar 342 pulau, termasuk
pulau-pulau pasir dan terumbu karang yang bervegetasi maupun yang tidak. Pulau pasir dan terumbu
karang itu sendiri berjumlah 158. Tidak semua pulau yang termasuk di
dalam gugusan Kepulauan Seribu didiami manusia. Sebagaimana banyak pulau-pulau
lainnya di Indonesia,
sebagian besar pulau di Kepulauan Seribu tidak berpenghuni.
Kepulauan Seribu
ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan. Luas wilayah 107.489 hektare dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional. Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan tempat ideal untuk snorkeling, berenang, atau menyelam. Kepulauan Seribu mempunyai pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti Pulau Rambut dan Pulau Onrust yang ditunjuk sebagai pulau cagar budaya.
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan. Luas wilayah 107.489 hektare dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional. Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan tempat ideal untuk snorkeling, berenang, atau menyelam. Kepulauan Seribu mempunyai pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti Pulau Rambut dan Pulau Onrust yang ditunjuk sebagai pulau cagar budaya.
Wisata bisa
dimulai dengan kapal menuju pulau pulau yang memiliki banyak objek, baik flora,
fauna, maupun wisata sejarah. Ada
beberapa pulau yang sering dikunjungi wisatawan , pulau kelor misalnya,
terdapat benteng peninggalan belanda yang bernama benteng Martello. Benteng yang memiliki struktur bangunan
melingkar ini di buat VOC untuk melindungi jakarata pada tempo dulu dari
serangan musuh. Ada yang sering
mengatakan pulau kelor juga sering disebut pulau kuburan, karena dahulu kala
pulau ini juga dijadikan tempat pekuburan, jadi kalau anda beruntung saat iseng
menggali tanah bisa jadi anda akan menemukan tulang belulang manusia.
Selanjutnya Pulau
Onrust. Pulau yang telah dijadikan wisata sejarah Taman Arkeologi ini memang
menyimpan banyak sejarah. Reruntuhan-reruntuhan yang ada menjadi saksi bisu
dari perjalanan kolonial Belanda di Indonesia.
Konon dulu jika ada orang yang pergi haji, maka harus dikarantina
terlebih dahulu di pualu ini, karena dahulu orang yang pergi haji dianggap berbahaya
bagi keberlangsungan Belanda, maka setiap orang yang sudah pergi haji akan
diberi gelar “haji”, yang hanya ada di Indonesia. Kenapa? Jikalau ada kerusuhan yang akan
ditcurigai pertama adalah orang-orang dengan gelar haji tersebut.
Pulau
selanjutnya yang menarik adalah pulau rambut, atau sering juga disebut pulau
kerajaan burung. Luasnya 45 hektare.
Pulau ini ditumbuhi hutan bakau yang rimbun serta terumbu karang yang sangat
indah. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Nidelberg. Pada keadaan
biasa, diperkirakan sekitar 20.000 burung hidup di pulau ini. Di bulan Maret
sampai September, jumlah itu meningkat menjadi hingga 50.000 burung.
Burung-burung itu diperkirakan datang dari Australia. Pulau Burung oleh Pemerintah ditentukan
sebagai cagar alam burung, sementara Pulau Bokor didekatnya ditentukan sebagai
cagar alam laut. Pulau Burung terletak di sebelah Barat Jakarta.
Pulau yang
menjadi idola para penyelam adalah Pulau Kotok merupakan contoh pulau atoll
tropis dengan vegetasi yang masih asli, laut yang jernih dan formasi batu
karang berwarna-warni sehingga menjadi tujuan utama para penyelam. Pulau ini
juga sebagai tempat konservasi burung Elang bondol yang menjadi maskot provinsi
DKI Jakarta.
Pulau Ayer,
pulau ini sering dijuluki sebagai Mutiara Kepulauan. Luasnya kurang dari
sepuluh hektare, letaknya berdekatan dengan Pantai MarinaPulau ini mulai dikunjungi
sejak tahun 1950. Bahkan semasa hidupnya, mantan Presiden Sukarno menjadikan
Pulau Ayer ini sebagai tempat peristirahatannya. Mantan Presiden Sukarno juga
pernah mengajak mantan Presiden Tito dari Yugoslavia dan mantan Sekretaris
Jenderal PBB, U Nu, berkunjung ke pulau ini. Cottage apung di atas air dengan
gaya etnik Papua adalah kebanggaan pulau resor yang jaraknya hanya 14 km (30
menit) dari Marina Ancol
Pulau paling
utara dari gugusan kepulauan seribu
adalah Pulau Sabira oleh Belanda disebut Noord
Wachter yang berarti penjaga utara. Nama itu diberikan melihat bahwa Pulau
Sabira merupakan pulau yang terletak paling utara di antara pulau-pulau lain
yang ada di Kepulauan Seribu. Jaraknya dari pantai utara Jakarta 126 kilometer.
Luasnya sepuluh hektare. Di sekeliling pulau ini terdapat batu karang yang
berwarna putih. Tanaman terbanyak yang ada di pulau ini adalah kelapa dan
sukun. Terdapat sebuah mercusuar setinggi 60 meter di pulau.
Kepulauan Seribu
memiliki 2 jenis penyu yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999
dan termasuk dalam Apendiks I Cites (Convention on International Trade in
Endangered Wild Flora Fauna Species), dan Red Data Book IUCN (International
Union for Conservation of Nature and Natural Resources), yakni penyu sisik
(Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas).
Dan masih banyak pulau pulau yang menawarkan
keindahan flora maupun fauna yang didampingi dengan keindahan ciptaan manusia
tempo dulu, yaiutu benteng-benteng sejarah yang akan menjadi penjagi keindahan
alam di kepulauan seribu.
No comments:
Post a Comment