10.26.2015

karena mereka sebenarnya tidak tahu apa apa...

sebenarnya tulisan ini dan beberapa postingan habis ini terinspirasi dengan salah satu tulisan blogger yang cukup terkenal yang mengulas beberapa tempat makan enak di solo yang sayangnya hanya itu-itu saja.  dalam artian tempat-tempat yang hits saja yang dibahas, maka oleh sebab itu didorongkan oleh keinginan luhur dan keinginan untuk posting ulang beberapa tulisan yang pernah saya buat, daripada tak terpakai , maka dengan ini tulisan-tulisan lawas tentang kota solo akan kembali di tayangkan....

sebenarnya tulisan-tulisan yang akan tampil pun mungkin hanya tempat-tempat hits saja, namun demi kesombongan, maka terbitlah judul diatas yang agak kontroversial.

jadi ya, silakan baca bagi yang berminat ehehehe.....


dan kadang-kadang disajikan dengan bahasa yang agak lebay

sama ada sejarahnya dikit-dikit kok, tak hanya sekadar "mampir ngombe"...


10.22.2015

kesempatan!

seperti kata orang-orang yang entah bijak atau yang jelas lebih berpengalaman, kesempatan itu tidak datang dua kali.  maka ketika ada kesempatan melakukan hal-hal yang baik apalagi sesuai dengan kesenanganmu, maka ambillah.

maka dengan ini saya mengambil kesempatan itu. 

7.01.2015

Kampoeng Batik Laweyan, Menyusuri Peninggalan Samanhoedi...


selain paket wisata membatik, di laweyan
juga masih terdapat masjid laweyan yang
berumur ratusan tahun
Lawe dikenal sebagai serat-serat kapas halus yang merupakan bahan baku pembuatan kain mori. Dahulu penduduk Desa Lawe, sekarang dikenal sebagai Laweyan, hanya memasarkan kainnya. Kata Laweyan menunjukkan tempat dimana banyak benang lawe di sana. Adalah Ki Ageng Henislah yang mengajarkan untuk menggunakan canting. Penyebaran agama dibarengi dengan pendekatan budaya yang mendorong Ki Ageng Henis yang juga keturunan Raja Brawijaya V dari Majapahit mengajarkan membatik kepada santri-santri dan penduduk lokal, hingga akhirnya Laweyan terbentuk menjadi kampung yang memproduksi batik. 
Sejarah mencatat Laweyan adalah salah satu kawasan elit tempat tinggal saudagar saudagar batik di zamannya dahulu.  H Samanhoedi, salah satu tokoh batik Laweyan di masa keemasannya pada awal era 1900-an.  Samanhoedilah yang mendirikan Sarekat Dagang Islam guna mempersatukan pedagang batik pribumi agar bisa bersaing dengan pedagang batik non-pribumi.  Laweyan juga memegang peranan penting dalam kehidupan politik
back to top
back to bottom